Ziarah di TMP Mempawah Momentum Harkitnas 2026, Perkuat Semangat Persatuan Bangsa
Mempawah, MC - Usai mengikuti
upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026, Wakil Bupati
Mempawah Juli Suryadi bersama jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta Wakil Ketua
DPRD Kabupaten Mempawah melaksanakan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam
Pahlawan (TMP) Mempawah, Rabu (20/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan
Harkitnas sekaligus bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan yang telah
berjuang demi kemerdekaan bangsa.
Saat diwawancarai usai kegiatan, Juli mengatakan peringatan
Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai sebagai momentum untuk kembali
membangkitkan semangat persatuan dan kedaulatan bangsa, baik di tingkat
nasional maupun internasional.
Menurutnya, kondisi dunia saat ini yang diwarnai berbagai
gejolak, khususnya di kawasan Timur Tengah, menjadi pengingat penting bagi
seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat rasa
nasionalisme.
“Melalui momentum ini, kita ingin mengingatkan kembali kepada
generasi muda tentang perjuangan para pendahulu kita sejak tahun 1908 yang
telah berjuang begitu keras demi bangsa dan negara,” ujarnya.
Ia menegaskan, ziarah dan tabur bunga di TMP Mempawah
merupakan simbol penghormatan kepada para pahlawan sekaligus upaya menanamkan
nilai perjuangan kepada generasi penerus bangsa.
“Inilah bukti penghormatan kita kepada para pahlawan agar
generasi-generasi kita selalu mengingat jasa mereka dan tetap melaksanakan
tanggung jawab sebagai penerus bangsa,” katanya.
Lebih lanjut, Juli juga menyinggung amanat Menteri Komunikasi
dan Digital yang disampaikan dalam peringatan Harkitnas tahun ini. Ia menilai
peran media memiliki pengaruh besar dalam menjaga persatuan bangsa apabila
dijalankan secara positif dan bertanggung jawab.
Menurutnya, media harus mampu menjadi sarana edukasi dan
pemersatu, bukan justru memunculkan konflik yang dapat memecah belah
masyarakat.
“Kami berharap hal-hal tertentu yang dapat menimbulkan
konflik dan memecah belah bangsa juga harus dibatasi. Kita ingin Indonesia
tetap menjadi negara yang bersatu dan padu dalam membangun demi kejayaan
Indonesia Raya,” pungkasnya.
