Tekan Stunting, Pemkab Mempawah Perkuat Gerakan Orang Tua Asuh melalui GENTING
Mempawah, MC - Pemerintah
Kabupaten Mempawah memperkuat langkah percepatan penurunan stunting melalui
Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Penguatan program tersebut
menjadi salah satu fokus dalam Rapat Koordinasi GENTING Program Percepatan
Penurunan Stunting Kabupaten Mempawah Tahun 2026 yang digelar di Balairung
Setia Kantor Bupati Mempawah, Kamis (24/9/2026).
Rapat
koordinasi dibuka Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi. Dalam arahannya, Juli
menekankan pentingnya tindak lanjut yang terarah, penajaman sasaran, serta
pendampingan keluarga secara berkelanjutan untuk mempercepat penanganan
stunting di Kabupaten Mempawah.
Juli
mengungkapkan, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi
stunting di Kabupaten Mempawah tercatat 27,2 persen pada 2023. Angka tersebut
meningkat menjadi 28,6 persen pada 2024 atau naik 1,4 persen. Sementara pada
2025 dan 2026, tidak dilakukan SKI untuk mengukur prevalensi stunting.
“Mari kita
rencanakan tindak lanjut yang jelas. Kita perlu memperkuat sasaran dan
memastikan pendampingan keluarga berjalan optimal,” ujar Juli.
Menurutnya,
monitoring dan evaluasi harus dilakukan secara berkala untuk memastikan
berbagai intervensi yang telah dijalankan benar-benar efektif. Upaya penurunan
stunting, kata dia, tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi
membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat
masyarakat.
Karena itu,
camat, kepala desa, lurah, serta berbagai unsur terkait diminta mengambil peran
dalam memastikan keluarga yang menghadapi persoalan stunting mendapatkan
pendampingan.
“Jangan
sampai ada keluarga yang menghadapi persoalan stunting sendirian. Kepedulian,
pendampingan, dan gotong royong harus menjadi bagian dari gerakan bersama,”
katanya.
Juli
menegaskan, pencegahan stunting sejak dini merupakan investasi jangka panjang
untuk menyiapkan generasi Mempawah yang sehat, cerdas, dan produktif. Dalam
konteks tersebut, GENTING diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat kepedulian
dan keterlibatan berbagai pihak terhadap keluarga yang membutuhkan dukungan.
Ia
menjelaskan, peran orang tua asuh tidak sekadar memberikan bantuan. Lebih dari
itu, orang tua asuh diharapkan ikut memastikan keluarga dan anak yang menjadi
sasaran memperoleh perhatian serta dukungan secara berkelanjutan.
“Orang tua
asuh bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi bagian dari upaya
memastikan keluarga dan anak yang menjadi sasaran mendapatkan perhatian secara
berkelanjutan,” tegasnya.
Upaya
pencegahan stunting, lanjut Juli, juga harus dilakukan secara terintegrasi dan
dimulai sejak sebelum kehamilan. Sasaran intervensi mencakup calon pengantin,
remaja, ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, hingga keluarga dan lingkungan
tempat tinggal.
Pemenuhan
kebutuhan gizi, pelayanan kesehatan, pola asuh yang tepat, lingkungan sehat,
sanitasi layak, serta edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat menjadi
bagian penting dalam rangkaian intervensi tersebut.
“Melalui
GENTING, kita ingin membangun kepedulian bersama terhadap keluarga dan
anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Mari terus perkuat
kolaborasi, maksimalkan peran orang tua asuh, serta lakukan evaluasi dan
validasi data secara berkala,” tutur Juli.
Sementara
itu, Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
(PPKB) Kabupaten Mempawah, David Sianipar, mengatakan stunting masih menjadi
perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, penanganan harus dilakukan melalui
langkah pencegahan dan intervensi yang menyasar kelompok rentan, termasuk
remaja, calon ibu, dan ibu hamil.
David
menyebut masih ditemukannya balita yang mengalami kekurangan gizi menjadi salah
satu tantangan dalam penanganan stunting. Kondisi tersebut membutuhkan
intervensi yang melibatkan berbagai pihak, baik melalui dukungan nutrisi maupun
edukasi dan pendampingan keluarga.
“Program ini
menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita pada keluarga yang rentan
mengalami stunting sehingga dapat diberikan bantuan pangan bergizi dan
pendampingan,” ujarnya.
Pelaksanaan
GENTING dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan
pemerintah, BKKBN, komunitas, BUMN, sektor swasta, serta berbagai pihak lainnya
sebagai orang tua asuh.
Kolaborasi tersebut
diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi
pendampingan yang berkelanjutan sehingga kebutuhan keluarga berisiko stunting
dapat dipantau dan ditangani secara lebih tepat.
Rapat koordinasi turut dihadiri para kepala perangkat daerah dan sejumlah pemangku kepentingan terkait. Forum tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam mempercepat penurunan stunting sekaligus memastikan pelaksanaan GENTING di Kabupaten Mempawah berjalan lebih terarah dan tepat sasaran.
