Tekan Angka Kecelakaan, Polres Mempawah Gelar Operasi Keselamatan Kapuas 2026
Mempawah, MC - Mempawah Diskominfo— Kepolisian Resor (Polres) Mempawah menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Kapuas 2026.
Dengan mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026”. Apel berlangsung di halaman Mapolres Mempawah, Senin (2/2/2026).
Apel dipimpin oleh Wakapolres Mempawah, Kompol Antonius Trias Kuncorojati, dan dihadiri Bupati Mempawah yang diwakili Sekretaris Daerah, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, perwakilan Kodim 1201/Mempawah, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam amanatnya, Kompol Antonius Trias Kuncorojati membacakan langsung amanat Kapolda Kalimantan Barat, Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. Kapolda mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 1.378 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah Kalimantan Barat.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 421 orang meninggal dunia, 693 orang mengalami luka berat, dan 1.357 orang menderita luka ringan. Selain itu, kerugian materiil yang ditimbulkan mencapai kurang lebih Rp6,6 miliar,” ungkapnya.
Kapolda menegaskan, angka-angka tersebut bukan sekadar data statistik semata. Di balik setiap kejadian kecelakaan, terdapat nyawa yang hilang, keluarga yang berduka, serta masa depan yang terputus di jalan raya. Kondisi ini, menurutnya, menuntut langkah konkret dan terpadu dari seluruh pihak.
“Melalui Operasi Keselamatan Kapuas 2026 ini, kita berkomitmen mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang aman dan nyaman menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat 2026,” ujarnya.
Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polda Kalimantan Barat melaksanakan Operasi Keselamatan Kapuas 2026 dengan mengerahkan sebanyak 765 personel di seluruh jajaran Polda Kalbar. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Operasi Keselamatan Kapuas 2026 bertujuan utama untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Pelaksanaannya mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif melalui edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Meski demikian, tindakan tegas terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan tetap akan dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip humanis dan profesionalisme.
Kapolda juga menekankan sejumlah hal penting kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi. Di antaranya menunjukkan komitmen dan kesiapan tugas, melaksanakan setiap perintah dengan disiplin dan penuh tanggung jawab, serta menjadi teladan bagi masyarakat melalui sikap humanis, sabar, dan empati.
Selain itu, sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci terwujudnya kamseltibcarlantas. Personel juga diminta mengoptimalkan edukasi dan komunikasi publik secara kreatif melalui berbagai platform media, serta selalu menjaga keselamatan diri dan rekan selama bertugas.
