Pordezon III Zona Segedong Resmi Dibuka, 49 Tim Voli Siap Bersaing Rebut Prestasi
Mempawah, MC – Semangat olahraga dan kebersamaan antardesa mewarnai pembukaan Kejuaraan Bola Voli Pekan Olahraga Desa Zona (Pordezon) III di Lapangan Bola Voli King Abdul Aziz, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah, Senin (19/10/2026). Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, secara resmi membuka kejuaraan yang diikuti 49 tim putra dan putri dari berbagai desa di Kabupaten Mempawah tersebut.
Pembukaan kejuaraan berlangsung meriah dengan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah Abdul Malik, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Segedong, kepala desa se-Kecamatan Segedong, Ketua Umum Pengkab PBVSI Kalimantan Barat, Ketua Umum Pengkab PBVSI Kabupaten Mempawah, tokoh masyarakat, serta ratusan warga dan pencinta bola voli.
Sebanyak 49 tim ambil bagian dalam Pordezon III, terdiri atas 31 tim putra dan 18 tim putri. Tingginya jumlah peserta mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap olahraga bola voli sekaligus menjadi bukti keberlanjutan program pembinaan olahraga berbasis desa di Kabupaten Mempawah.
Kejuaraan ini juga melanjutkan kesuksesan penyelenggaraan Pordezon I di Kecamatan Mempawah Hilir dan Pordezon II di Kecamatan Anjongan.
Ketua Umum Pengkab PBVSI Kabupaten Mempawah, Riduan H.M. Yusuf, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut. Apresiasi secara khusus diberikan kepada panitia pelaksana dari Desa Sungai Burung yang telah mempersiapkan berbagai kebutuhan kegiatan, mulai dari pembangunan lapangan hingga pelaksanaan seremoni pembukaan.
Menurut Riduan, Pordezon III tidak sekadar menjadi ajang untuk menguji kemampuan dan meraih kemenangan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi antardesa, menumbuhkan sportivitas, serta memperkuat kebersamaan masyarakat.
Ia berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan atlet-atlet bola voli berbakat yang dapat berkembang melalui pembinaan berkelanjutan dan mengharumkan nama Kabupaten Mempawah di tingkat provinsi hingga nasional.
Sementara itu, Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mempawah terus memberikan perhatian terhadap pembangunan sektor kepemudaan dan olahraga. Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi berbasis zona menjadi langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda di desa, terhadap kegiatan olahraga yang kompetitif.
“Melalui skema pembagian wilayah seperti Zona III ini, kita ingin memastikan bahwa kompetisi tidak hanya berputar di pusat kota saja, melainkan meretas batas hingga masuk ke desa-desa dan menyentuh kantong-kantong potensi atlet di pelosok Kabupaten Mempawah,” ujarnya.
Juli menilai, pendekatan berbasis zona memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet desa untuk menunjukkan kemampuan, mengasah keterampilan, serta memperoleh pengalaman bertanding. Dengan demikian, potensi atlet lokal dapat teridentifikasi lebih dini dan dikembangkan melalui pembinaan yang terarah.
Lebih dari sekadar pertandingan, ia menyebut Pordezon III memiliki manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Selain membentuk mental juara, menyalurkan energi positif generasi muda, dan mempererat hubungan antardesa, kegiatan tersebut juga berpotensi menggerakkan perekonomian warga, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi pertandingan.
Dalam kesempatan itu, Juli mengingatkan seluruh atlet agar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah selama bertanding. Ia juga meminta para wasit menjalankan tugas secara adil, jujur, dan netral guna menjaga kualitas serta kredibilitas kompetisi.
Kepada masyarakat dan para penonton, ia mengimbau agar memberikan dukungan secara tertib dan turut menjaga keamanan serta kenyamanan selama kejuaraan berlangsung.
Melalui Pordezon III di Kecamatan Segedong, Pemerintah Kabupaten Mempawah berharap pembinaan olahraga di tingkat desa semakin berkembang, bibit-bibit atlet potensial semakin banyak ditemukan, dan prestasi bola voli daerah terus meningkat.
Kejuaraan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan dan membuktikan bahwa desa memiliki peran penting dalam melahirkan atlet berprestasi serta memajukan olahraga Kabupaten Mempawah.
