Pemkab Mempawah Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, Erlina Ajak Generasi Muda Tanamkan Jiwa Patriotik, Gigih, dan Berempati
Mempawah, MC - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mempawah menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Mempawah, Rabu (28/10/2026). Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus mendorong generasi muda berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Bupati Mempawah, Erlina, bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi, Sekretaris Daerah Abdul Malik, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, perwakilan BUMN dan BUMD, organisasi kepemudaan, serta para pelajar.
Dalam kesempatan itu, Erlina membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menghidupkan kembali semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan dalam membangun Indonesia yang maju, bersatu, dan berkeadilan.
Disampaikan bahwa 98 tahun silam, para pemuda Indonesia telah mengikrarkan janji bersejarah yang menyatukan berbagai perbedaan, memperkuat perjuangan, dan meneguhkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa, yakni Indonesia.
Semangat persatuan tersebut, menurutnya, harus terus hidup dan diwujudkan dalam karakter setiap generasi penerus bangsa. Sebab, kemajuan Indonesia tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, ataupun kekayaan yang dimiliki, tetapi juga dari kualitas manusia, karakter, dan kepedulian terhadap sesama.
“Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama. Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Lebih lanjut, generasi patriotik dimaknai sebagai pemuda yang mencintai Indonesia melalui pengabdian dan tindakan nyata. Sementara itu, sikap gigih tercermin dari keteguhan menghadapi kesulitan, kemampuan bangkit dari kegagalan, serta semangat untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Adapun empati menjadi nilai penting yang harus menyertai setiap langkah perjuangan. Pemuda diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kesulitan orang lain dan bersedia hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, generasi muda juga diajak untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, serta terus mengembangkan potensi diri tanpa kehilangan rasa kemanusiaan. Pemuda diharapkan mampu menjadi pemimpin yang berani sekaligus pelayan masyarakat yang tulus, serta menjadikan ilmu pengetahuan, karya, dan pengorbanan sebagai wujud nyata kecintaan terhadap Tanah Air.
Menutup sambutannya, Erick Thohir mengajak seluruh pemuda Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam menentukan arah masa depan bangsa melalui pengabdian, perjuangan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama. Salam Pemuda,” pungkasnya.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang tidak hanya cerdas dan tangguh, tetapi juga memiliki semangat persatuan, integritas, serta kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan terus tumbuh dan menjadi landasan bagi pemuda untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.
