Pemkab dan Polres Mempawah Perkuat Sinergi Lintas Agama Jaga Kamtibmas dan Cegah Karhutla

Mempawah, MC - Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama Kepolisian Resor (Polres) Mempawah menggelar Silaturahmi dan Doa Bersama Lintas Agama, Adat, dan Budaya sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mempawah.

Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Bersama, Setia Menjaga Kedamaian Bumi Galaherang” tersebut berlangsung di Ruang Rupatama Polres Mempawah, Selasa (4/8/2026), dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi, Kapolres Mempawah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi menyampaikan apresiasi kepada Polres Mempawah beserta seluruh elemen masyarakat yang selama ini terus berperan aktif menjaga kerukunan dan kondusivitas daerah. Menurutnya, keberagaman suku, agama, adat, dan budaya yang dimiliki Kabupaten Mempawah merupakan modal sosial yang harus terus dipelihara sebagai kekuatan dalam mewujudkan daerah yang aman, damai, dan harmonis.

“Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat terwujud hanya dengan peran aparat, melainkan membutuhkan komitmen dan kolaborasi bersama dari seluruh elemen lintas agama, adat, dan budaya. Melalui silaturahmi dan doa bersama ini, kita perkuat tali persaudaraan sekaligus menyatukan niat untuk menjaga daerah kita tercinta,” ujarnya.

Selain memperkuat sinergi dalam menjaga Harkamtibmas, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan komitmen bersama dalam mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mempawah, khususnya menghadapi musim kemarau.

Kapolres Mempawah menegaskan bahwa pencegahan karhutla memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui peningkatan edukasi, kesadaran kolektif, serta langkah-langkah preventif sejak tingkat desa. Menurutnya, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda memiliki peran strategis dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan karhutla kepada masyarakat.

“Pencegahan Karhutla adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui doa bersama ini, kita memohon pertolongan dan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus meneguhkan komitmen di lapangan agar wilayah Mempawah tetap aman dari ancaman asap dan bencana kebakaran,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh perwakilan masing-masing agama. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terlihat ketika seluruh peserta, termasuk unsur Forkopimda dan para tokoh lintas agama serta adat, duduk bersama sebagai simbol persatuan, kesetaraan, dan komitmen bersama dalam menjaga kedamaian di Bumi Galaherang.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Mempawah bersama Polres Mempawah berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh komponen masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkokoh persatuan, serta mewujudkan Kabupaten Mempawah yang aman, damai, dan bebas dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. (Prokopim)