Khidmat Tahajud di Ujung Malam, Pemkab Mempawah Hadirkan Syekh dari Madinah di Masjid Mujahidin
Mempawah, MC - Suasana hening dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid
Mujahidin, Desa Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, saat Pemerintah Kabupaten
Mempawah menggelar kegiatan Tahajud dan Sahur Bersama masyarakat, Sabtu
(28/2/2026) dini hari. Kegiatan istimewa ini dipimpin langsung oleh imam asal
Madinah, Syekh Muhammad Jamil.
Sejak awal
malam, ratusan warga telah memadati saf masjid. Hadir pula Bupati Mempawah, Erlina, bersama Wakil Bupati Juli Suryadi, jajaran kepala organisasi
perangkat daerah (OPD), serta para tokoh agama.
Rangkaian acara
dimulai sekitar pukul 02.00 WIB dengan salat Tahajud berjamaah. Lantunan ayat
suci Al-Qur’an yang dibacakan Syekh Muhammad Jamil menggema lembut, menambah
kekhusyukan jemaah yang larut dalam doa dan munajat di sepertiga malam terakhir.
Tak hanya
memimpin salat, Syekh Muhammad Jamil juga menyampaikan tausyiah singkat
menjelang waktu sahur. Dalam pesannya, ia mengingatkan pentingnya menjaga
keikhlasan dalam beribadah serta memperbanyak rasa syukur atas nikmat
persaudaraan dan kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Dalam
sambutannya, Bupati Erlina menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar
agenda seremonial Ramadan. Menurutnya, Tahajud dan Sahur Bersama menjadi
momentum memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat silaturahmi antara
pemerintah dan masyarakat.
“Kehadiran
Syekh Muhammad Jamil di tengah masyarakat menjadi keberkahan bagi kita semua.
Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat membangun daerah tidak
hanya secara fisik, tetapi juga memperkuat pondasi iman melalui ibadah
berjamaah,” ujarnya.
Kegiatan
ditutup dengan sahur bersama dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Bupati
dan jajaran pemerintah tampak duduk melantai bersama warga, menikmati hidangan
sahur sembari berdialog langsung dan menyerap aspirasi masyarakat.
Agenda Tahajud dan Sahur Bersama ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pemerintah Kabupaten Mempawah selama Ramadan. Kehadiran pemerintah di masjid, di tengah warga pada waktu-waktu penuh makna, menjadi simbol komitmen membangun daerah tidak hanya melalui pelayanan administratif, tetapi juga lewat penguatan moral dan spiritual masyarakat.
