Hadiri Pleno TPAKD Kalbar, Bupati Erlina Tegaskan Komitmen Perluas Akses Keuangan hingga Desa
Mempawah, MC - Bupati Mempawah, Erlina,
menghadiri Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi
Kalimantan Barat Semester I Tahun 2026 di Balai Petitih, Kantor Gubernur
Kalimantan Barat, Kamis (18/6/2026). Forum tersebut menjadi momentum penguatan
sinergi antarpemerintah daerah dalam memperluas akses keuangan dan mendorong
pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Rapat dipimpin
langsung oleh Ria Norsan dan dihadiri para
bupati serta wali kota se-Kalimantan Barat, jajaran perangkat daerah,
perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta pimpinan lembaga
jasa keuangan syariah dan konvensional.
Dalam
arahannya, Ria Norsan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk
mengimplementasikan kebijakan strategis yang sejalan dengan RPJPN 2025–2045 dan
RPJMD daerah. Fokus utama diarahkan pada penguatan sektor keuangan, pendalaman
pasar keuangan, serta perluasan akses layanan keuangan formal bagi masyarakat
berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita
memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia,
lembaga jasa keuangan, dunia usaha, hingga perguruan tinggi agar target indeks
inklusi dan literasi keuangan dapat tercapai secara nyata di masyarakat,” ujar
Ria Norsan.
Selain
membahas penguatan inklusi keuangan melalui Roadmap TPAKD 2026–2030, forum
tersebut juga mendorong dukungan terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Data
yang akurat dari sensus tersebut dinilai penting sebagai dasar penyusunan
kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran.
Pada
kesempatan itu, Erlina menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk
mendukung berbagai program TPAKD sebagai langkah mempercepat pertumbuhan
ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM dan sektor pertanian.
“Akses
keuangan yang mudah, aman, dan merata merupakan kunci kemandirian ekonomi
masyarakat. Melalui sinergi TPAKD ini, kita ingin memastikan tidak ada lagi
kesenjangan antara masyarakat pedesaan dengan lembaga keuangan formal,”
tegasnya.
Ia
menambahkan, Pemkab Mempawah terus mendorong inovasi digitalisasi keuangan
daerah dan peningkatan literasi keuangan masyarakat guna melindungi masyarakat
dari praktik pembiayaan ilegal maupun investasi bodong.
Sebagai tindak lanjut hasil rapat pleno, Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen memperkuat akses permodalan bagi UMKM sekaligus memperluas digitalisasi layanan keuangan hingga menjangkau desa dan kecamatan. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Mempawah yang semakin merata dan berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
