Dari Pendopo ke Air Bersih: Keputusan Tegas Bupati Erlina Demi Kebutuhan Rakyat

Mempawah, MC - Di tengah bayang-bayang ketidakpastian global yang kian terasa hingga ke daerah, sebuah keputusan penting lahir dari Kabupaten Mempawah. Bukan keputusan yang sekadar soal pembangunan fisik, melainkan tentang memilih mana yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini.

Bupati Mempawah, Erlina, berdiri di persimpangan pilihan: melanjutkan pembangunan Aula Pendopo Bupati senilai Rp15 miliar, atau mengalihkan anggaran tersebut untuk sesuatu yang lebih mendasar. Ia pun memilih yang kedua—air bersih.

Keputusan itu bukan tanpa pertimbangan. Dinamika global yang tak menentu dinilai berpotensi berdampak langsung pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Dalam situasi seperti ini, pemerintah daerah dituntut untuk lebih peka, cepat, dan tepat dalam menentukan arah kebijakan.

“Pemerintah harus adaptif dan responsif. Saat kondisi tidak menentu, kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi prioritas,” tegas Erlina.

Maka, rencana pembangunan pendopo pun ditunda. Anggaran Rp15 miliar dialihkan untuk memperkuat layanan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PDAM Mempawah.

Bagi Erlina, air bersih bukan sekadar fasilitas, melainkan fondasi kehidupan. Ia menyentuh kesehatan, menentukan kualitas hidup, dan menjadi indikator kesejahteraan masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang bagaimana masyarakat bisa hidup lebih sehat dan sejahtera,” ujarnya.

Melalui penguatan SPAM, pemerintah berharap jangkauan layanan PDAM semakin luas, kualitas distribusi meningkat, dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu tentang apa yang terlihat megah, tetapi tentang apa yang benar-benar dirasakan manfaatnya.

Meski demikian, Erlina menegaskan bahwa pembangunan Aula Pendopo bukan dibatalkan. Proyek tersebut tetap menjadi bagian dari rencana jangka panjang dalam penataan kawasan dan ruang publik. Hanya saja, untuk saat ini, ada kebutuhan yang lebih mendesak.

“Kami ingin setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Langkah strategis ini juga dipastikan tidak akan mengganggu program pembangunan lainnya. Justru sebaliknya, menjadi upaya menjaga ketahanan daerah di tengah tekanan global.

Di Mempawah, pembangunan kini bukan lagi sekadar tentang gedung dan simbol. Ia berubah menjadi cerita tentang keberpihakan—tentang bagaimana pemerintah memilih air bersih, demi kehidupan yang lebih baik bagi warganya.