Dari Dapur Desa, Pelatihan Nugget Jadi Jalan Baru Ekonomi Keluarga
Mempawah, MC - Suasana hangat dan penuh semangat terasa di Rumah Dilan, Desa
Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, Rabu pagi (8/4/2026). Di tempat sederhana
itu, langkah kecil menuju kemandirian ekonomi keluarga resmi dimulai. Wakil
Bupati Mempawah membuka pelatihan pembuatan nugget ikan dan ayam bagi kelompok
UP2K PKK desa dan kelurahan.
Pelatihan yang
diinisiasi oleh TP PKK Kabupaten Mempawah ini bukan sekadar kegiatan rutin. Ia
hadir sebagai jawaban atas kebutuhan peningkatan keterampilan sekaligus peluang
usaha bagi keluarga, khususnya para ibu rumah tangga.
Dalam
sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan
tersebut. Ia menilai pelatihan ini sebagai langkah strategis yang tidak hanya
membekali peserta dengan keterampilan baru, tetapi juga mendorong lahirnya
kreativitas dan kemandirian ekonomi.
“Melalui
pelatihan ini, kita ingin para peserta mampu mengolah bahan baku lokal seperti
ikan dan ayam menjadi produk bernilai tinggi. Ini bukan hanya soal memasak,
tapi bagaimana menciptakan peluang usaha yang berdaya saing,” ujarnya.
Kabupaten
Mempawah sendiri dikenal memiliki potensi besar di sektor perikanan dan
peternakan. Kekayaan sumber daya ini, menurutnya, harus diolah secara inovatif
agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Tak hanya
soal ekonomi, pelatihan ini juga menyentuh aspek kesehatan. Inovasi olahan
nugget ikan dan ayam diharapkan dapat menjadi alternatif menu bergizi bagi
masyarakat, khususnya dalam mendukung program MBG (Menu Bergizi dan Beragam).
Sementara
itu, Ketua TP PKK Kabupaten Mempawah, Rosnilawati, menegaskan bahwa pelatihan
ini memiliki tujuan yang lebih luas. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan
ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
“Nugget yang
kita pelajari hari ini bukan sekadar makanan olahan, tetapi sumber protein
bergizi yang praktis dan memiliki potensi ekonomi tinggi,” jelasnya.
Ia berharap,
ilmu yang diperoleh para peserta tidak berhenti di ruang pelatihan saja. Justru
sebaliknya, keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan yang
mampu meningkatkan pendapatan keluarga.
Lebih dari
itu, Rosnilawati mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di
lingkungan masing-masing membagikan ilmu, menumbuhkan kreativitas, serta
menghadirkan produk yang tidak hanya enak, tetapi juga menarik dan mampu
bersaing di pasaran.
“Manfaatkan
kesempatan ini sebaik mungkin. Ikuti dengan serius, jangan ragu bertanya, dan
praktikkan setiap ilmu yang didapat. Semoga ini menjadi bekal keterampilan yang
berkelanjutan,” pesannya.
Dari dapur-dapur kecil di Desa Sejegi,
harapan itu kini mulai dirajut tentang keluarga yang lebih mandiri, usaha yang
tumbuh dari rumah, dan masa depan yang dibangun dari tangan-tangan terampil
para ibu. (Dvd)
