Wujudkan Pemerintahan Berbasis E - Goverment

  • BY DAVID
  • ON 03 SEPTEMBER 2018
http://mempawahkab.go.id/public/uploads/images/posts/mPosts_8535070723_kpk_Web.jpg

MEMPAWAH DISKOMINFO – Pemerintah Kabupaten Mempawah mengadakan rapat koordinasi dan monitoring bersama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (31/8) di Aula Kantor Bupati Mempawah.

Dihadiri Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana, seluruh perwakilan Kepala SKPD, dan dari KPK diwakili Ketua tim koordinasi supervisi dan pencegahan (Korsupgah) KPK Republik Indonesia, Bapak Rusfian.

Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana menyambut baik kegiatan ini, sebagai bentuk komitmen bersama yang telah dibuat antara Gubernur Kalimantan Barat, DPRD Provinsi, dan Kabupaten/Kota se – Kalbar pada tanggal 8 Maret 2018 lalu, yang disaksikan KPK, Polda Kalbar dan Kejati Kalbar.

”Tujuan rapat untuk monitoring dan evaluasi rencana aksi pemberantasan korupsi terintegrasi KPK di Kabupaten Mempawah, sehingga tidak ada kecurangan maupun pelanggaran aturan yang dilakukan dalam rangka membangun pemerintahan yang jujur dan bersih,” harap Ramlana.

Terdapat 10 area yang menjadi perhatian dari tim korsupgah antara lain, pengelolaan APBD, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset, partisipasi publik, perizinan, optimalisasi pendapatan, managemen SDM, pengelolaan sumber daya alam, pengawasan dana desa, dan pengawasan dan pengendalian.

“Terdapat 10 komitmen yakni diantaranya, perencanaan dan penganggaran, perizinan, pengadaan barang dan jasa, managemen ASN, optimalisasi pendapatan dan lainnya. Yang dituangkan dalam SK Bupati Mempawah, lampirannya adalah rencana aksi, itulah monitoring yang kita lakukan sekarang,” papar Rusfian.

“KPK sendiri, bertugas lebih pada penguatan sistem yang transparan berbasis online. Dengan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan juga komunikasi dalam proses penyelenggaraan Pemerintah Daerah, sehingga dengan teknologi dapat terbentuk pemerintahan yang bersih, transparan, dan juga supaya dapat menjawab tuntutan perubahan secara efektif,” ujarnya.

Pihaknya mengaku tidak muluk – muluk dalam menentukan target, hanya meminta bagaimana penganggaran bisa dilakukan secara transparan dan terintegrasi dengan berbasis online.” Saya tidak muluk – muluk, jangan ada lagi ketik – ketik manual begitulah, out out dari e – planing, diinput ke e – budgeting dan seterusnya, sekarangkan sudah jaman elektronik dan online,” ucap Rusfian.

“Menurut saya di Kabupaten Mempawah ini tidak akan ada kendala karena SDM aparaturnya yang sudah baik, disamping infrastruktur pendukung internet juga sudah memadai,” tukasnya. (Dvd)

Tags Terkait

Pemkab Mempawah