PT Askrindo Tanam Mangrove di Pantai Sengkubang

  • BY DAVID
  • ON 06 FEBRUARI 2018
http://mempawahkab.go.id/public/uploads/images/posts/mPosts_5467827697_Bakau_Ramlana_Berita.jpgMEMPAWAH, HUMAS – Melestarikan lingkungan wilayah pesisir di Kabupaten Mempawah, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) bekerja sama dengan Universitas Tanjungpura Pontianak melakukan penanaman mangrove (bakau) di pantai Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kamis (1/2). Aksi penanaman mendapat apresiasi Wakil Bupati Mempawah Gusti Ramlana. Menurut Ramlana, aksi penanaman yang dilakukan PT Askrindo bersama Universitas Tanjungpura menjadi pendorong bagi masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga wilayah pesisir dari ancaman ombak penyebab abrasi. "Keterlibatan banyak pihak pada aksi nyata peduli lingkungan akan bermanfaat bagi masyarakat dan daerah," ujarnya. Ramlana menegaskan, Pemerintah Kabupaten Mempawah komit melindungi ekosistem pantai. “Satu di antaranya melalui kegiatan pengembangan dan penanaman mangrove.” Terkait hal itu, Ramlana mengungkapkan dirinya telah menginstruksikan pimpinan instansi terkait untuk memasukkan kegiatan pengembangan dan pemeliharaan ekosistem pantai ke dalam program kerja instansi bersangkutan. "Saya selaku pribadi dan mewakili Pemerintah Kabupaten Mempawah menyampaikan terima kasih kepada sejumlah elemen masyarakat yang sudah ikut serta menjaga pesisir pantai dari abrasi melalui penanaman mangrove di sejumlah lokasi," ucapnya. Ramlana mengatakan kegiatan pelestarian wilayah pesisir di Kabupaten Mempawah mulai berjalan optimal. Salah satu indikatornya adalah berdirinya tiga objek wisata ekosistem mangrove di Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir, Desa Mendalok Kecamatan Sungai Kunyit, dan Desa Sungai Bakau Besar Laut Kecamatan Sungai Pinyuh. Bahkan, ungkapnya, Kabupaten Mempawah telah mulai dikenal masyarakat luas di Kalimatan Barat sebagai tempat wisata ekosistem mangrove. Masyarakat setempat pun, ujar dia, telah merasakan dampak ekonomi dengan berdirinya destinasi wisata tersebut. "Tentu kita berharap semakin banyak lagi titik-titik hutan mangrove yang dibangun dalam rangka kita menjaga ekosistem dan lingkungan hidup." Wakil Dekan III Universitas Tanjungpura Pontianak, Astina, menjelaskan kerja sama pihaknya dengan PT Akskrindo adalah wujud kepedulian terhadap pelestarian lingkungan di wilayah pesisir. Astina mengaku khawatir jika garis pantai tidak diperbaiki dengan penanaman mangrove, akan berakibat abrasi dan putusnya akses transportasi daerah. Astina menjelaskan, apabila garis pantai tidak dilakukan perbaikan, ada risiko besar. Ia menerangkan tanpa mangrove pantai bisa terkikis hingga 5 meter setiap tahunnya. "Maka dari itu kita sangat menyambut positif kegiatan ini dan akan melakukan pemantauan ke lokasi setiap bulan." Astina menuturkan, selain mencegah abrasi, mangrove juga punya banyak manfaat tak hanya bagi manusia, tetapi juga biota laut. Menurut dia, keberadaan tanaman mangrove diharapkan menjadi habitat hewan air berkembang biak sekaligus menjaga udara dari polusi. "Kami akan tetap memantau perkembangan mangrove yang ditanam,” tegasnya. Direktur SDM dan Umum Askrindo, Firman Berahima, menyatakan penanaman mangrove sebagai wujud nyata program Askrindo Hadir Untuk Negeri. Firman berharap penanaman mangrove di pantai Desa Sengkubang dapat mengurangi abrasi pantai yang terjadi dan berdampak multiguna bagi masyarakat sekitar. “Tidak hanya itu, kita juga mengharapkan kegiatan penanaman mangrove ini menjadi awal dari pelestarian alam di Kabupaten Mempawah,” ucapnya berharap. (Rio)

Tags Terkait

Pemkab Mempawah