Pelecehan Seksual Mengintai Anak

  • BY DAVID
  • ON 07 DESEMBER 2017
http://mempawahkab.go.id/public/uploads/images/posts/mPosts_1639896336_GOPTKI_2017_Berita.jpgMEMPAWAH, HUMAS – Sekretaris Daerah Mochrizal meminta para pendidik Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) menciptakan suasana belajar yang kreatif. Terlebih di usia emas anak, di mana seluruh aspek perkembangan tumbuh sangat pesat. Karena itu, ia berpesan agar pendidik PAUD menanamkan nilai-nilai karakter yang baik kepada anak. “Karena pendidikan anak usia dini ibarat pondasi sebuah bangunan. Jika pondasi kuat, maka kuatlah bangunan. Juga sebaliknya, pondasi lemah bangunan pun mudah roboh,” ujarnya saat membuka pelatihan pengembangan profesional guru PAUD di Gedung PGRI Mempawah, Rabu (6/12). Mochrizal menyebut dua karakter yang harus dikembangkan guru kepada peserta PAUD, yakni karakter intrapersonal dan interpersonal. Karakter intrapersonal berkaitan dengan olahpikir dan olahhati. Sedangkan karakter interpersonal berhubungan dengan aspek kinestetik berupa sifat gigih, disiplin, dan bertanggung jawab. Karakter interpersonal, kata Mochrizal, juga berkaitan dengan olahrasa dan karsa yang berciri kepedulian dan demokratis. “Untuk itu nilai-nilai pendidikan karakter hendaknya dilaksanakan secara komprehensif di sekolah melalui pembelajaran aktif, inspiratif, kreatif, efektif, dan menyenangkan,” tuturnya berpesan. Mochrizal menegaskan seorang pendidik harus menjadi inspirasi bagi muridnya. Sejumlah cara yang dapat dilakukan antara lain menjadi teladan dalam sikap keseharian, menjadi guru pembelajar, dan inovatif dalam pembelajaran. “Inovasi pembelajaran harus terus dilakukan oleh para pendidik agar tercipta suasana pembelajaran yang menginspirasi anak didik,” ucapnya menerangkan. Ketua Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Kalimantan Barat, Ratna Yuniar, mengatakan materi pelatihan yang digelar pihaknya merupakan respons atas kebutuhan perkembangan dan pendidikan anak usia dini saat ini. Ia menyebut kini sedang hangat berbagai isu yang berkaitan dengan anak. Karena itu, GOPTKI ingin membuka pola pikir para guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan materi kekinian agar tidak monoton. “Bagaimana mengelola perilaku anak usia dini, mengenalkan pendidikan reproduksi kepada anak usia dini. Ini tidak tabu lagi karena tidak dimungkiri saat ini banyak terjadi pelecehaan seksual terhadap anak-anak,” ujarnya menerangkan. Ratna mengungkapkan, di salah satu daerah, seorang bocah pelajar enggan ke sekolah. Setelah diselidiki, ternyata sang anak ketakutan dan trauma karena di sekolah ada lima teman pria yang selalu menganggu dengan cara memegang bagian vital dari tubuh si anak. “Mengapa pada zaman sekarang banyak terjadi hal seperti itu? GOPTKI mengadakan kegiatan untuk bagaimana para guru dan orang tua lebih memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang hal apa yang boleh dan tidak boleh. Ini tidak tabu lagi untuk diberikan edukasi. Tetapi ada caranya,” kata Ratna.   Panitia kegiatan, Sri Mursalina, mengatakan pelatihan bertujuan meningkatkan kompetensi pendidik anak usia dini dalam memahami perilaku peserta didik. Secara khusus pelatihan akan meningkatkan kemampuan pendidik dalam membekali peserta didik untuk mengenal tentang reproduksi. “Kegiatan ini dihadiri sebanyak 80 guru TK, guru kelompok bermain, dan para pengurus DPC GOPTKI dari Mempawah, Singkawang, dan Sambas. Kita juga ingin mempererat silaturahmi antarguru PAUD di Kaliantan Barat,” kata Sri. (Rio)

Tags Terkait

Pemkab Mempawah