[tab:UMUM]

\n

Nama Rumah Sakit : RSUD dr. Rubini Mempawah

\n

Kode Rumah Sakit : 6104014

\n

Nama Direktur : dr. Hj. Hartati Budiarsi

\n

Alamat : Jl. R. Kusno No.1 Mempawah

\n

No. Telefon : (0561) 691026

\n

No. Fax : (0561) 691981

\n

E-Mail : rs_rubini@yahoo.co.id

\n

Kode Pos : 78353

\n

Luas Tanah : 22.500 m_

\n

Luas Bangunan : 4819 m_

\n

Tahun di bangun : 1981

\n

Tahun operasional : 1984

\n

Rumah Sakit Kelas C Non Pendidikan Sesuai SK Menkes RI tanggal 5 Juni 1996 No 533/Menkes/ SK/IV/1996. Merupakan Lembaga Teknis Daerah (LTD) Kab. Pontianak. Rujukan Tingkat Kabupaten yang melayani Penduduk dari Kab. Pontianak, Kab. Landak, sebagian Kab. Bengkayang dan rujukan lainnya.

\n[tab:SEJARAH]\n\n\n
    \n\t
  1. Rumah Sakit Umum Daerah dr. Rubini Mempawah diresmikan pada tanggal 12 November 1987, bertepatan dengan hari Kesehatan Nasional?? ke-23 oleh wakil gubernur Kalimantan Barat saat itu yaitu Drs. M. Jimmi Ibrahim.
  2. \n\t
  3. RSUD dr. Rubini Mempawah pada awal berdirinya tahun 1964 semula bernama Rumah Sakit Umum Mempawah
  4. \n
\n

Mengapa Rumah Sakit Umum Mempawah diberi nama RSUD dr. Rubini? Mungkin itulah salah satu pertanyaan didalam hati kita. Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya kita harus menelusuri sejarah tentang hal tersebut.

\nSiapakah dr. Rubini?\n

Dokter Rubini dilahirkan di kota Bandung pada tanggal 31 Agustus 1906, dengan nama RUBINI.

\n

Sebagai anak yang cerdas rubini kecil secara mantap dan pasti menjalani masa pendidikan di bangku sekolah untuk menuntut ilmu demi masa depannya. Dengan berjalannya waktu pada tahun 1930 Rubini berhasil menyelesaikan pendidikan di sekolah kedokteran Stovia Jakarta dan berhak menyandang gelar dokter. Setelah menyelesaikan pendidikan dr. Rubini mengabdikan dirinya dibidang kesehatan sebagai tenaga ksehatan di Jakarta dari tahun 1930 sampai dengan tahun 1934.

\n

Pada tahun 1934 dr. Rubini dipindahkan ke Kalimantan Barat dan ditempatkan di Pontianak sebagai Kepala Kesehatan Pontianak. Walaupun penuh dengan kesibukan dibidang kemanusiaan namun dr. Rubini masih meluangkan waktu untuk membentuk suatu kelompok para cendikiawan di kota pontianak, sebagai wadah memupuk jiwa patriotisme dan nasionalisme. Pada saat pergantian kedudukan kekuasan karena kekalahan??pemerintah kolonialisme belanda dengan tentara jepang (Gunkansaibu) pada waktu itu, maka tenaga dokter yang ada di seluruh Kalimantan Barat oleh gunkansaibu disisakan hanya 3 (Tiga) dokter diluar Pontianak yaitu di Sintang, Sanggau dan Ketapang. Tindakan ini sebenarnya merupakan rentetan rencana licik tentara jepang untuk menjauhkan pemuka-pemuka masyarakat dan cendikiawan bangsa Indonesia dari Rakyatnya.

\n

Hal ini menjadi kenyataan dengan tertangkapnya berturut-turut Sultan Pontianak, para penembahan, pemuka serta kepala adat di seluruh pelosok Kalimantan Barat oleh pemerintah dan tentara jepang. Dengan peristiwa ini satu generasi putra-putra terbaik bangsa Indonesia khususnya Kalimantan Barat dimusnahkan secara kejam oleh pemerintahan tentara Jepang.

\n

Pada tahun 1944 dr. Rubini turut ditangkap oleh gunkanseibu bersama dengan dr. Ismail, dr. Achmad Diponogoro, dr. Soenaryo dan?dr. Agoesdjam. Akhirnya dr. Rubini gugur ditangan tentara Jepang yang kejam dan dimakamkan di taman makam juang Mandor (Kab. Pontianak sebelum pemekaran Kab. Landak)

\n

Siapakah dr. Rubini ?

\n

Dokter Rubini dilahirkan di kota Bandung pada tanggal 31 Agustus 1906, dengan nama RUBINI. Sebagai anak yang cerdas rubini kecil secara mantap dan pasti menjalani masa pendidikan di bangku sekolah untuk menuntut ilmu demi masa depannya. Dengan berjalannya waktu pada tahun 1930 Rubini berhasil menyelesaikan pendidikan di sekolah kedokteran Stovia Jakarta dan berhak menyandang gelar dokter. Setelah menyelesaikan pendidikan dr. Rubini mengabdikan dirinya dibidang kesehatan sebagai tenaga ksehatan di Jakarta dari tahun 1930 sampai dengan tahun 1934.

\n

Demikanlah sejarah singkat mengenai sosok pejuang yang bernama dr. Rubini. Untuk mengenang jasa beliau atas usul masyarakat dan persetujuan DPRD TK. II Pontianak serta persetujuan ahli waris almarhum dr. Rubini, maka melalui SK Bupati No. 121 Tahun 1984 Rumah Sakit Umum Mempawah ditetapkan namanya menjadi " RUMAH SAKIT DOKTER RUBINI ".

\n[tab:VISI MISI]\n

1) Visi

\n

a. Pernyataan Visi

\n

Visi merupakan cara pandang jauh kedepan tentang kemana Instansi RSUD dr. Rubini Mempawah akan diarahkan dan apa yang akan dicapai. Dalam mengantisipasi tantangan kedepan menuju kondisi yang diinginkan, Instansi RSUD dr. Rubini secara terus menerus mengembangkan peluang dan inovasi perubahan ke arah perbaikan. Perubahan tersebut dalam arti mempertimbangkan faktor-faktor yang berpengaruh seperti kekuatan yang dimiliki, kelemahan, peluang dan ancaman. Selain itu perubahan tersebut berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil (out come).

\n

Bertolak dari pemikiran tersebut maka Visi Instansi Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Rubini Mempawah sebagai berikut :

\n

"Terwujudnya Pelayanan Rumah Sakit Yang Berkualitas"

\n

b. Penjelasan Makna Visi

\n

RSUD dr. Rubini Mempawah menyadari bahwa keberadaannya saat ini belum bisa memenuhi keinginan masyarakat. Maka dengan ini visi RSUD dr. Rubini Mempawah diharapkan bisa sebagai tolok ukur untuk mencapai keinginan masyarakat yaitu dengan pelayanan yang bermutu artinya :

\n\n
    \n\t
  • Sesuai dengan kemampuan pasien.
  • \n\t
  • Sesuai dengan standar pelayanan minimal Rumah sakit.
  • \n\t
  • Layanan Rumah Sakit memperhatikan kebutuhan, tuntutan dan harapan pasien.
  • \n\t
  • Layanan Rumah Sakit memperhatikan hak dan kewajiban pasien.
  • \n\t
  • Layanan Rumah Sakit tertib, teratur, adil dan tidak membedakan status masyarakat.
  • \n\t
  • Layanan Rumah Sakit menerapkan etika dan standar profesi.
  • \n
\n \n

2) Misi

\n

a. Pernyataan Misi

\n

Terwujudnya visi yang dikemukakan pada bagian sebelumnya merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh segenap personil Instansi Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Rubini Mempawah. Sebagai bentuk nyata dari visi tersebut ditetapkanlah misi yang menggambarkan hal yang seharusnya terlaksana, sehingga hal yang masih abstrak terlihat pada visi akan lebih nyata pada misi tersebut. Lebih jauh, pernyataan misi memperlihatkan kebutuhan apa yang hendak dipenuhi oleh organisasi, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut dan bagaimana organisasi memenuhi kebutuhan tersebut.

\n

Misi adalah merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik sesuai dengan visi yang telah ditetapkan. Dengan adanya Misi diharapkan seluruh pegawai dan pihak lain yang berkepentingan dapat mengenal instansi RSUD dr. Rubini Mempawah dan mengetahui peran dan program kerjanya serta hasil yang akan diperoleh dimasa yang akan datang.

\n

Proses perumusan Misi Organisasi harus memperhatikan masukan dari pihak yang berkepentingan (Stakeholders) dan memberikan peluang untuk perubahan sesuai dengan tuntutan lingkungan.

\n

Misi Instansi RSUD dr. Rubini Mempawah adalah sebagai berikut:

\n\n
    \n\t
  1. Meningkatkan Mutu Pelayanan Rumah Sakit
  2. \n\t
  3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas profesionalisme Sumber Daya Manusia Rumah Sakit
  4. \n\t
  5. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit
  6. \n
\n

Misi tersebut disusun dengan mempertimbangkan adanya kebutuhan ataupun tuntutan pada masyarakat yang menginginkan adanya akuntabilitas penyelenggara pemerintahan, adanya aparatur yang bersih, dan terselenggaranya manajemen pemerintahan yang baik, terselenggaranya otonomi daerah serta meningkatnya sinergi pengawasan sehingga tidak timbul tumpang tindih pengawasan dengan instansi lain.

\nb. Penjelasan Makna Misi\n

Misi ke 1

\n

Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan RSUD dr. Rubini Mempawah perlu meningkatkan jangkauan dan pemerataan serta mutu pelayanan kesehatan rujukan menuju peningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal dengan menetapkan:

\n\n
    \n\t
  • Protap (SOP).
  • \n\t
  • Asuhan Keperawatan.
  • \n\t
  • Standar Terapi.
  • \n\t
  • Standar Pengobatan Rasional.
  • \n\t
  • Standar Pelayanan Umum.
  • \n
\n

Misi ke 2

\n

Peningkatkan tenaga di Rumah Sakit tidak hanya difokuskan pada tenaga dokter, tetapi juga untuk tenaga perawat, paramedis non perawatan dan tenaga kerja kesehatan lainnya. Selain pengusulan pangadaan tenaga perlu pula peningkatkan profesionalisme tenaga dalam rangka peningkatkan pelayanan dengan cara :

\n\n
    \n\t
  • Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan
  • \n\t
  • Mengikuti Seminar dan Simposium / Sosialisasi
  • \n\t
  • Penyusunan Laporan Kinerja dan Keuangan
  • \n
\n

Misi ke 3

\n

Sarana dan prasarana yang ada di RSUD dr. Rubini Mempawah ini masih belum memadai, untuk itu perlu penambahan baik gedung, peralatan medis maupun peralatan non medis.

\n[tab:KEBIJAKAN PROGRAM]\n

Sasaran 1 :\nMeningkatnya derajat kesehatan masyarakat dengan melaksanakan pelayanan Kesehatan yang bermutu

\n

Kebijakan :\nMeningkatkan jangkauan dan pemerataan serta mutu pelayanan administrasi perkantoran, pelayanan upaya kesehatan masyarakat, standarisasi pelayanan kesehatan masyarakat, pelayanan kesehatan penduduk miskin, dan perbaikan gizi masyarakat menuju peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

\nProgram :\n
    \n\t
  1. Upaya Kesehatan Masyarakat
  2. \n\t
  3. Perbaikan Gizi Masyarakat
  4. \n\t
  5. Standarisasi Pelayanan Kesehatan Masyarakat
  6. \n\t
  7. Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin
  8. \n
\n \n

Sasaran 2 :\nTersedianya Kebutuhan Minimal Tenaga kesehatan Sesuai standar Klasifikasi Rumah Sakit

\n

Kebijakan :\nPeningkatan tenaga kesehatan di Rumah Sakit melalui peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, peningkatan dan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan, dan pengembangan SDM kesehatan.

\nProgram :\n
    \n\t
  1. Pengembangan SDM Kesehatan
  2. \n
\n \n\nSasaran 3 :\nMeningkatnya Fasilitas dan Kemampuan Aparatur\n

Kebijakan :\nMenambah dan memaksimalkan pendayagunaan sarana dan prasarana yang ada di Rumah Sakit serta mengoptimalkan sistem informasi kesehatan Rumah Sakit

\nProgram :\n
    \n\t
  1. Pengadaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/ Rumah Sakit Jiwa/ Rumah sakit Paru-paru/ Rumah Sakit Mata
  2. \n\t
  3. Pemeliharaan, Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/ Rumah Sakit Jiwa/ Rumah sakit Paru-paru/ Rumah Sakit Mata
  4. \n
\n[tab:SARANA DAN PRASARANA]\n\nBANGUNAN\n\n\n \n\nSARANA DAN PRASARANA 1\n\n \n\n \n\nSARANA DAN PRASARANA 2\n\n \n\nSARANA DAN PRASARANA 3\n\nDAFTAR SARANA PENUNJANG\n\n\nSARANA DAN PRASARANA 4\n\n \n\nSARANA DAN PRASARANA 5\n\nSARANA DAN PRASARANA 7\n\n \n\nDAFTAR PERALATAN\n\n\nSARANA DAN PRASARANA 8