I . SARANA PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan sektor yang memiliki faktor yang sangat dominan dalam pembentukan kualitas SDM yang ada di suatu daerah atau wilayah disamping sektor yang lainnya misalkan kesehatan. Secara teori, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka konsekuensinya adalah semakin banyak pilihan untuk mendapatkan suatu pekerjaan dan lebih spesifik dalam jenis pekerjaan tertentu. Pendidikan merupakan salah satu indikator yang digunakan dalam Perumusan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Semakin tinggi tingkat IPM memberi indikator semakin majunya suatu daerah, untuk itu perlu penanganan yang serius dalam penanganan dalam dunia pendidikan.

Pendidikan merupakan salah satu indikator yang digunakan dalam Perumusan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Semakin tinggi tingkat IPM memebri indikator semakin majunya suatu daerah, untuk itu perlu penanganan yang serius dalam penanganan dalam dunia pendidikan.

Pendidikan merupakan faktor terpenting bagi kelangsungan kehidupan bangsa dan faktor pendukung yang memegang peranan penting di seluruh sektor kehidupan, sebab kualitas kehidupan suatu bangsa sangat erat dengan tingkat pendidikan. Peran sekolah dinilai sangat penting bagi kemajuan dan berkembangnya masyarakat dan terjaminnya kebutuhan kehidupan mereka kelak di kemudian hari. Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruknya pribadi manusia menurut ukuran normatif. Pembangunan bidang pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Pembangunan sumber daya manusia akan menentukan karakter pembanguna ekonomi dan sosial, karena manusia adalah pelaku aktif dari seluruh kegiatan tersebut.

Dalam upaya mengimbangi pertambahan penduduk khususnya usia sekolah maka satu usaha pemerintah maupun swasta di bidang pendidikan adalah menyediakan berbagai sarana fisik dan pengadaan tenaga guru yang memadai. Hal ini dilaksanakan guna mencapai tahap mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan data per – Februari 2016 ada beberapa jenjang sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan mengalami penambahan antara lain : Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Pendidikan Khusus (PK).

Secara umum kondisi ruang kelas pada seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Mempawah per – Februari 2016 adalah 19,45 % baik (B), 64,68 % rusak ringan (RR) dan 15,87 % rusak berat (RB). Pada sekolah SD, 19,01 % dari ruang kelas yang ada dalam kondisi baik, 64,04 % RR, dan 15,95 % RB.

Sedangkan pada sekolah SMP, 21,16 % B, 60,80 % RR dan 18,04 % RB. Untuk SMA, 46,12 % B, 48,54 % RR dan 5,34 % RB. SMK, 70,91 % B, 29,09 % RR dan untuk PK 25,87 % B dan 67,13 RR sedangkan 7 % RB.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1

DATA RUANG KELAS PER – FEBRUARI 2016

sumber data : Disdikpora, Februari 2016

Tabel 2

DATA PERPUSTAKAAN SEKOLAH PER – FEBRUARI 2016

sumber data : Disdikpora, Februari 2016

Tabel 3

DATA LABORATORIUM SEKOLAH PER – FEBRUARI 2016

sumber data : Disdikpora, Februari 2016

Untuk prosentase keadaan sarana dan prasarana pendidikan yang ada di Kabupaten Mempawah per

– Februari 2016 dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 1

sumber data : Disdikpora, Februari 2016

Gambar 2

sumber data : Disdikpora, Februari 2016

Gambar 3

sumber data : Disdikpora, Februari 2016

Untuk keadaan total kondisi keadaan Ruang kelas per

– Februari 2016 terlihat pada gambar berikut ini :

Gambar 4

sumber data : Disdikpora, Februari 2016

II.  SARANA KESEHATAN

Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi semua manusia karena tanpa kesehatan yang baik maka setiap manusia akan sulit dalam melaksanakan aktivitasnya sehari-hari. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional dan bertujuan agar semua lapisan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan secara mudah, leluasa dan murah. Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, maka mutu sumber daya manusia dalam pembangunan nasional meningkat pula.

Salah satu kebijaksanaan pemerintah di bidang kesehatan adalah dengan menyediakan berbagai sarana kesehatan dan pengadaan tenaga-tenaga kesehatan dalam rangka usaha untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Usaha ini dimaksudkan untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat, sekaligus dalam rangka peningkatan mutu sumber daya manusia. Rumah sakit dan puskesmas merupakan salah satu sarana kesehatan yang paling vital.

Salah satu pendekatan pokok dalam meningkatkan tingkat kesejahteraan penduduk adalah berupa peningkatan tingkat kesehatan penduduk. Atas dasar itu, maka strategi pengembangan fasilitas kesehatan adalah dapat menjangkau dan dapat melayani seluruh penduduk. Hal ini dapat dicapai dengan peningkatan jumlah fasilitas dan pemerataan distribusinya sesuai dengan skala pelayanan, serta dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas para ahli kesehatan seperti dokter dan paramedis lain.Selain itu perlu adanya peningkatan pelayanan puskesmas dengan meningkatkan mutu pelayanan dan kapasitas yang ada.

Penyediaan fasilitas kesehatan ditujukan untuk menunjang usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan penduduk serta sarana untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk. Pembangunan di bidang kesehatan saat ini diarahkan pada penyediaan berbagai sarana dan prasarana yang meliputi bangunan fisik (rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu, polindes dan posyandu).

Puskesmas yang ada di Kabupaten Mempawah samapi tahun 2015 berjumlah 14 Puskesmas, sedangkan Posyandu berjumlah total 220 Posyandu. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1

DATA PUSKESMAS DAN POSYANDU

KABUPATEN MEMPAWAH TAHUN 2015

 

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa jumlah Posyandu terbanyak berada dalam lingkup Binaan Puskesmas Mempawah Hilir, yaitu sebesar 122,27 %, sedangkan terkecil di Puskesmas Semudun, yaitu sebesar 3,64 %. Kader terbanyak berada di Posyandu binaan Puskesmas Mempawah Hilir, yaitu sebesar 15,38 % dan terkecil yaitu Posyandu binaan Purun Besar sebesar 3, 42 %

Sedangkan unutk tingkatan Posyandu, terbesar berada pada tingkatan Madya yaitu sebesar 47,73 % dan terkecil adalah tingkatan Pratama sebesar 6,82 %. Lebih jelas dapat dilihat pada gambar berikut :

Gambar 1

III. SARANA PERIBADATAN

Sarana peribadatan merupakan sarana kehidupan untuk mengisi kebutuhan rohani yang perlu disediakan di lingkungan perumahan yang direncanakan selain sesuai dengan peraturan yang ditetapkan, juga sesuai dengan keputusan masyarakat yang bersangkutan. Seperti hanya fasilitas pendidikan, fasilitas peribadatan juga merupakan fasilitas dengan pelayanan yang berjenjang. Perkembangan jumlah rumah ibadah (sarana fasilitas peribadatan) di wilayah Kabupaten Mempawah dari tahun ke tahun mengalami penambahan seiring jumlah penduduk. Demikian pula banyaknya rumah ibadah tersebut dapat mencerminkan besarnya jumlah pemeluknya.

Fasilitas peribadatan sebagian besar dibangun dengan swadaya masyarakat. Oleh karena itu, yang diperlukan disini adalah penyediaan lahan yang sesuai. Jumlah dan distribusinya disesuaikan dengan jumlah penduduk dan lokasi tempat kediaman penduduk menurut agama masing-masing. Dari data yang ada fasilitas peribadatan yang banyak adalah fasilitas peribadatan berupa mesjid, surau, disusul dengan gereja dan kapel serta vihara.

IV. SARANA PERDAGANGAN

Sarana perdagangan pada dasarnya menyediakan kebutuhan sehari-hari dan sekaligus menampung hasil dari masyarakat baik berupa hasil pertanian, perkebunan dan perikanan. Sarana perdagangan yang dipertimbangkan dalam perumusan ini adalah kegatan perdagangan grosir dengan skala pelayanan regional, dan kegiatan perdagangan eceran skala lokal.

Kegiatan perdagangan skala kecamatan merupakan simpul koleksi dan distribusi barang, baik yang berasal dari hirarki diatasnya dan atau dari luar Kalbar yang didistribusikan ke pedagang pengecer skala lokal, skala kota dan ke desa-desa di wilayah belakang kecamatan, maupun yang berasal dari hasil produksi wilayah belakang yang didistribusikan ke pedagang pengecer kota dan dikumpulkan ke kota hirarki diatasnya. Kawasan bagi kegiatan perdagangan ini berorientasi pada jalur-jalur regional.

Sedangkan kegiatan perdagangan eceran skala lokal berfungsi untuk melayani perdagangan eceran skala kota dengan komoditi perdagangan khusus seperti barang mewah, pakaian jadi, elektronik dan lain-lain. Jenis perdagangan ini memiliki sifat hirarkis sesuai dengan tingkat pengelompokan.

V. SARANA OLAH RAGA

Fungsi fasilitas ini adalah sebagai penyempurnaan yaitu sebagai sarana rekreasi masyarakat kota. Sifat pelayanan fasilitas ini juga berjenjang, dan semakin tinggi jenjangnya semakin lengkap elemen yang disediakan. Untuk pusat-pusat lingkungan cukup disediakan taman kecil sebagai sarana bermain anak-anak, lapangan olahraga berupa voli dan bulutangkis.

Sarana olahraga dapat berupa lapangan olahraga yang berada di alam terbuka maupun berupa gedung olahraga. Untuk beberapa jenis kegiatan olahraga dapat dibangun diseluruh kecamatan mendekati lingkungan perumahan.

VI. SARANA PEMERINTAHAN/ PERKANTORAN

Mengingat salah satu fungsi Kabupaten Mempawah sebagai pusat kegiatan pemerintahan maka pengembangan kegiatan pemerintahan harus senantiasa dikembangkan untuk dapat meningkatkan kemampuan pelayanan khususnya kepada penduduk kota maupun penduduk kecamatan pada umumnya dan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan dan koordinasi pelaksanaan pembangunan daerah Kabupaten Mempawah pada umumnya melalui peningkatan efisiensi dan efektivitas administrasi pemerintahan serta peningkatan kualitas dan keterampilan aparaturnya.

VII. SARANA PENUNJANG WISATA

Tujuan pengembangan kawasan pariwisata di wilayah Kabupaten Mempawah adalah untuk mengembangkan kawasan yang memiliki objek wisata, baik untuk wisatawan mancanegara sekitar Kabupaten Mempawah maupun wisatawan lokal (untuk Kabupaten Mempawah sendiri).

Aksesibilitas obyek wisata yang ada di Kabupaten Mempawah bisa dilalui oleh jalan darat dan beberapa objek wisata bisa dilalui laut (motor air). Upaya kegiatan mempromosikan tempat kunjungan wisata di daerah tidak semudah dengan kegiatan serupa yang dilakukan oleh produk-produk perusahaan. Di samping karakternya yang berbeda, tempat wisata perlu dijual dengan memanfaatkan jasa kegiatan public relations di pasar internasional.

Promosi tempat tujuan wisata sangat diperlukan oleh daerah-daerah yang memiliki banyak potensi. Promosi tempat wisata yang dirancang dengan baik akan mempeberikan tambahan penerimaan asli daerah, dan mendorong proses multiplier perkembangan ekonomi lokalitas di sekitar daerah tujuan wisata.

VIII.  SARANA TRANSPORTASI

Terminal penumpang adalah prasarana transportasi jalan untuk keperluan menaikkan dan menurunkan penumpang, perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta pengaturan kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum. Terminal penumpang yang ada di Kabupaten Mempawah memiliki type B dan C dimana untuk terminal type B adalah terminal yang berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan antar kota dalam propinsi, angkutan kota dan/atau angkutan pedesaan, sedangkan untuk terminal type C adalah terminal yang berfungsi melayani kendaraan umum untuk angkutan pedesaan.

IX. SARANA LAINNYA

A.  SPBU

Stasiun pengisian bahan bakar umum adalah tempat dimana kendaraan bermotor bisa memperoleh bahan bakar. Di indonesia, stasiun pengisian bahan bakar dinamakan dengan SPBU (singkatan dari stasiun pengisian bahan bakar umum), namun masyarakat juga memiliki sebutan lain lagi bagi SPBU misalnya dikebanyakan daerah SPBU di sebut pom bensin (singkatan dari pompa bensin). Stasiun pengisian bahan bakar umumnya menyediakan beberapa jenis bahan bakar misalnya bensin, dan beragam varian produk bensin, solar, elpiji dalam berbagai ukuran tabung. Banyak stasiun pengisian bahan bakar yang juga menyediakan layanan tambahan misalnya musholla, pompa angin, toilet dan lain sebagainya. Stasiun pengisian bahan bakar modern biasanya dilengkapi pula dengan mini market dan atm. Tak heran apabila stasiun pengisian bahan bakar menjadi meeting point atau tempat istirahat bahkan ada beberapa stasiun pengisian bahan bakar terutama dijalan tol atau jalan antar kota memiliki kedai kopi seperti starbucks atau restoran fast food dalam berbagai merk.

Di beberapa negara termasuk di Indonesia, stasiun pengisian bahan bakar dijaga oleh petugas-petugas yang mengisi bahan bakar kepada pelanggan. Pelanggan kemudian membayarkan biaya pengisian kepada petugas. Di negara-negara lainnya misalnya di Amerika Serikat atau Eropa pompa-pompa bensin tidak dijaga oleh petugas. Pelanggan mengisi bahan bakar sendiri dan kemudian membayarnya kepada petugas di sebuah loket atau counter.

B. SARANA REKREASI

Nomenklatur sarana rekreasi meliputi :

  • Taman kota
  • Taman bermain anak
  • Ruang terbuka hijau