[tab:GAMBARAN UMUM]\n

Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pontianak dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pontianak Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pontianak, dan pada Peraturan Bupati Pontianak Nomor 33 Tahun 2010 menyebutkan bahwa struktur organisasi Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pontianak dikepalai oleh seorang Kepala Dinas dibantu Sekretaris dan 4 (empat) Kepala Bidang.

\n[tab:DATA PEGAWAI]\n

Untuk mendukung pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Pontianak, Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan pada tahun 2012 didukung jumlah aparatur/pegawai sebanyak 118 orang, yang dirinci sebagai berikut :

\n

Tabel : 1

\n

Daftar Jumlah Pegawai Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan\nBerdasarkan Eselonering dan Golongan/Kepangkatan tahun 2012

\nDATA PEGAWAI PERTANIAN 1\n\n \n

Grafik : 1

\n

Keadaan Kepegawaian Berdasarkan jenjang pendidikan pegawai

\nDATA PERTANIAN 2\n\n[tab:VISI DAN MISI]\n

A. Pernyataan Visi

\n

Visi merupakan cara pandang jauh kedepan tentang kemana Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pontianak diarahkan dan apa yang akan dicapai. Dalam mengantisipasi tantangan kedepan menuju kondisi yang diinginkan, Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pontianak secara terus menerus mengembangkan peluang dan inovasi agar tetap eksis dan unggul dengan senantiasa mengupayakan perubahan ke arah perbaikan. Perubahan tersebut harus disusun dalam tahapan yang terencana, konsisten dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil (outcomes).

\n

Meningkatnya persaingan di era globalisasi saat ini, kemampuan melihat, memanfaatkan dan mengendalikan kondisi internal maupun kondisi eksternal, Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pontianak sangat diperlukan. Akumulasi dari kemampuan tersebut dapat diwujudkan dengan sedini mungkin membangun komitmen untuk mensinergikan aktivitas bersama pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan.

\n

Bertolak dari pemikiran tersebut maka Visi Instansi Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pontianak sebagai berikut :

\n

"MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PERTANIAN, PETERNAKAN, PERKEBUNAN DAN KEHUTANAN YANG BERORIENTASI AGRIBISNIS, BERDAYA SAING DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN."\n

\n

B. Penjelasan Makna Visi

\n

Penjelasan tentang Visi Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pontianak mempunyai makna sebagai berikut :

\n

Kesejahteraan, suatu tingkatan kehidupan yang mencerminkan kemampuan anggota masyarakatnya untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder bagi keluarganya.

\n

Agribisnis, mengembangkan usaha tani mulai dari hulu (bibit/benih) yang berkualitas, budidaya, prosesing dan pemasaran baik di dalam negeri maupun untuk ekspor keluar negeri.

\n

Berdaya Saing, tangguh, diwujudkan dengan pengembangan diversifikasi usahatani dan jalinan kemitraan agribisnis.

\n

Berwawasan Lingkungan, mengoptimalkan penggunaan agensia hayati dalam pengendalian hama dan penyakit serta meminimalkan penggunaan pestisida anorganik untuk mencegah pencemaran lingkungan dan meningkatkan mutu hasil.

\n

1) MISI

\n

a. Pernyataan Misi

\n

Terwujudnya visi yang dikemukakan pada bagian sebelumnya merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh segenap personil Instansi Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pontianak. Sebagai bentuk nyata dari Visi tersebut ditetapkanlah Misi yang menggambarkan hal yang seharusnya terlaksana, sehingga hal yang masih abstrak terlihat pada visi akan lebih nyata pada misi tersebut. Lebih jauh, pernyataan misi memperlihatkan kebutuhan apa yang hendak dipenuhi oleh organisasi, siapa yang memiliki kebutuhan tersebut dan bagaimana organisasi memenuhi kebutuhan tersebut.

\n

Misi adalah merupakan sesuatu yang harus dilaksanakan agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik sesuai dengan visi yang telah ditetapkan. Dengan adanya Misi diharapkan seluruh pegawai dan pihak lain yang berkepentingan dapat mengenal instansi Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pontianak dan mengetahui peran dan program kerjanya serta hasil yang akan diperoleh dimasa yang akan datang.

\n

Proses perumusan Misi Organisasi harus memperhatikan masukan dari pihak yang berkepentingan (Stakeholders) dan memberikan peluang untuk perubahan sesuai dengan tuntutan lingkungan.\nAdapun "Misi" Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pontianak adalah :

\n\n
    \n\t
  1. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia, Aparatur dan Masyarakat
  2. \n\t
  3. Mengembangkan Potensi Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan yang berbasis Kerakyatan dan berorientasi Pengembangan Ekonomi Melalui Pendekatan Agribisnis dan Inovasi Teknologi Berkelanjutan
  4. \n\t
  5. Meningkatkan Pelayanan Prima
  6. \n
\n \n

b. Penjelasan Makna Misi

\n

Makna yang terkandung dalam Misi Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pontianak adalah sebagai berikut:

\n

1. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia, Aparatur dan Masyarakat

\n

Peningkatan kualitas sumberdaya manusia aparat dan petani mutlak harus dilakukan seiring dengan tuntutan kebutuhan akan tenaga terampil professional, hal ini berarti megandung konsekwensi harus ada peningkatan perubahan perilaku, sikap dan keterampilan yang terus menerus sejalan dengan perkembangan global, tidak hanya pada aspek budidaya pertanian tetapi juga aspek bisnis, menejerial dan akhlak mulia.

\n

2. Mengembangkan Potensi Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan yang berbasis Kerakyatan dan berorientasi Pengembangan Ekonomi Melalui Pendekatan Agribisnis dan Inovasi Teknologi Berkelanjutan

\n

Pengembangan potensi pertanian, peternakan, Perkebunan dan Kehutanan akan diwujudkan melalui upaya optimalisasi sumberdaya domestik seperti lahan, air, plasma nuftah, tenaga kerja, modal dan teknologi. Disisi lain perlu dibarengi dengan penerapan teknologi spesifik lokasi serta diperkuat dengan upaya peningkatan efisiensi system agribisnis untuk meningkatkan produksi dengan inovasi teknologi berkelanjutan dan berdaya saing tinggi sehingga memberikan peningkatan kesejahteraan petani/peternak dan masyarakat konsumen secara berimbang dengan kebijaksanaan yang tetap berpihak kepada mayarakat.

\n

3. Meningkatkan Pelayanan Prima

\n

Peningkatan kualitas sumberdaya aparat dan petani mutlak harus dilakukan seiring dengan tuntutan kebutuhan akan tenaga terampil professional, hal ini berarti megandung konsekwensi harus ada peningkatan perubahan perilaku, sikap dan keterampilan yang terus menerus sejalan dengan perkembangan global, tidak hanya pada aspek budidaya pertanian tetapi juga aspek bisnis, menejerial dan akhlak mulia.

\n

Disini juga harus ada penekanan bahwa peran aparat pertanian adalah pelayanan dan pembinaan untuk menciptakan kemandirian masyarakat pertanian, peternakan, perkebunan dan masyarakat sekitar hutan dalam berusaha dan memupuk kemampuan mereka agar dapat menghasilkan produk-produk pertanian yang memiliki keunggulan komperatif dan keunggulan kompetitif.

\n[tab:KEBIJAKAN DAN PROGRAM]\n

Sasaran 1 :

\nMeningkatnya profesionalisme dan akuntabilitas aparatur untuk Meningkatkan pelayanan publik\n

Kebijakan : Menjaga Mendorong peningkatan kualitas SDM dalam bidang barang, jasa dan administrasi

\n

Program :

\n\n
    \n\t
  1. Pelayanan Administrasi Perkantoran
  2. \n\t
  3. Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur
  4. \n\t
  5. Peningkatan sarana dan Prasarana Aparatur
  6. \n\t
  7. Peningkatan Disiplin Aparatur
  8. \n\t
  9. Pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan
  10. \n\t
  11. Ekowisata Pengembangan data / informasi statistik daerah.dan jasa lingkungan yang berhasil dikembangkan
  12. \n
\n

Sasaran 2 :

\nMeningkatnya Kemampuan dan Ketrampilan Sumber Daya Manusia Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan\n

Kebijakan : Pengembangan sumber Daya Manusia pertanian, Peternakan, dan Kehutanan

\n

Program : 1. Peningkatan Kesejahteraan Petani

\n

Sasaran 3 :

\nMeningkatnya Produksi dan Produktivitas Hasil Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan\n

Kebijakan : Pengembangan Wilayah Andalan dan Komoditas Unggulan Melalui Usaha Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Rakyat Dengan Mengoptimalkan Potensi Lahan Yang Terbasis Agribisnis

\n

Program :

\n\n
    \n\t
  1. Peningkatan Ketahanan Pangan
  2. \n\t
  3. Peningkatan Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan
  4. \n\t
  5. Peningkatan produksi Pertanian
  6. \n\t
  7. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak
  8. \n\t
  9. Peningkatan Produksi Hasil Pertanian
  10. \n\t
  11. Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan
  12. \n
\n

Sasaran 4 :

\nBerkembangnya Agro Industri dan Pemasaran Hasil Pertaniain, Peternakan dan Perkebunan\n

Kebijakan : Pengembangan Akses Pemasaran dan Informasi Pasar Hasil Pertanian, Peternakan dan Perkebunan

\n

Program : 1. Meningkatnya pemasaran Hasil Produksi Pertanian

\n

Sasaran 5 :

\nMeningkatnya Produktivitas dan Kualitas Produksi Hasil Hutan\n

Kebijakan : Meningkatnya Pengelolaan Sumber Daya Hutan dan Lahan

\n

Program :

\n\n
    \n\t
  1. Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan
  2. \n\t
  3. Pembinaan dan Penertiban Industri Hasil Hutan
  4. \n
\n

Sasaran 6 :

\nMeningkatnya Pelestarian Hutan dan Lahan\n

Kebijakan : Peningkatan pelayanan Masyarakat

\n

Program : 1. Rehabilitasi Hutan dan Lahan.

\n \n\n[tab:SARANA DAN PRASARANA]\n

Sarana dan prasarana yang digunakan untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran berupa barang tidak bergerak yaitu tanah, gedung kantor dan barang bergerak terdiri dari kendaraan dinas dan peralatan kantor. Secara garis besar, jumlah sarana dan prasarana kantor adalah sebagai berikut :

\n

Tabel : 2

\n

Keadaan Sarana dan Prasarana

\n

Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kab. Pontianak

\nDATA P[ERTANIAN 3\n\n[tab:STRUKTUR ORGANISASI]