Cegah ISPA, Petugas Bagikan 6.000 Masker

  • BY DAVID
  • ON 09 MARET 2018
http://mempawahkab.go.id/public/uploads/images/posts/mPosts_4001698490_Masker_2018_Berita.jpgMEMPAWAH, HUMAS – Mengantisipasi munculnya penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan, sejumlah instansi terkait Pemerintah Kabupaten Mempawah membagikan masker kepada para pengguna jalan, Senin (5/3). Petugas membagikan masker di Taman Bestari Mempawah yang terletak di pinggir raya Jalan Opu Daeng Menambon. Sebanyak 6.000 masker dibagikan petugas Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mempawah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mempawah. Setiap pengendara yang melintasi Taman Bestari Mempawah mendapat masker gratis. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan DiskesPPKB, Jamiril, pembagian masker untuk mengantisipasi terjadinya penyakit ISPA yang disebabkan kabut asap. “Kita lihat dalam beberapa hari terakhir cuaca kurang tidak sehat akibat kabut asap karhutla,” ujar Jamiril menjelaskan. Jamiril menerangkan, pencemaran udara akibat kabut asap rentan memicu penyakit ISPA. Khususnya bagi anak-anak maupun orang yang memiliki riwayat penyakit asma. Termasuk bagi masyarakat yang kerap beraktivitas di luar rumah.  Karena itu, ia menyebut sasaran pembagian masker adalah anak-anak dan masyarakat yang bekerja di lapangan. “Mudah-mudahan tidak ada warga yang terserang ISPA,” katanya berharap. Lebih jauh Jamiril mengungkapkan, pembagian masker akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kondisi alam. Jika memang dipandang perlu, maka pihaknya akan kembali membagikan masker di masyarakat. “Untuk tahap pertama, tuturnya, Dinas membagikan sekitar 5 ribu masker. Adapun secara keseluruhan total stok masker yang dimiliki sebanyak 18 ribu lembar. “Sewaktu-waktu stok masker bisa kita ditambah sesuai kebutuhan masyarakat,” ucapnya menegaskan. Untuk itu, Jamiril mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Dia meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah dan menjaga anak-anak untuk tetap berada di dalam rumah.  “Kurangi aktivitas di luar rumah pada pagi dan malam hari. Sebab pada waktu pagi dan malam hari, kabut asap cukup pekat.” Seorang pengendara, Jailani, mengaku resah dengan tercemarnya udara Kota Mempawah. Ia mengaku khawatir kabut akan semakin pekat sehingga mengganggu kesehatan masyarakat.  “Mudah-mudahan kabut asap ini segera berlalu. Karena dampaknya sangat buruk dan membahayakan kesehatan. Jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban akibat kabut asap ini,” kata Jailani seusai mendapatkan masker gratis dari petugas. (Rio)

Tags Terkait

Pemkab Mempawah